Setelah pada posting sebelumnya Redaksi Blog DWP DJBC mengupas tentang TK Bahtera Trisna, maka pada kesempatan ini akan diulas tentang TK Bahtera Cipta, salah satu dari beberapa TK binaan DWP DJBC yang sudah cukup lama eksis di dunia pendidikan anak usia dini.
TK Bahtera Cipta yang beralamatkan di Jalan Kanwil Belawan no 31 Komplek Perumahan DJBC Pondok Bambu, Jakarta Timur tersebut diresmikan pada tanggal 3 November 1977 oleh Dirjen Bea Cukai pada saat itu, Bapak Tahir. Dalam menunjang proses belajar-mengajar dan bermain, TK Bahtera Cipta saat ini memiliki 4 lokal ruang kelas, ruang guru/kantor, ruang poliklinik, ruang perpustakaan/audio visual, dapur, 2 kamar mandi, 4 buat tempat cuci tangan, gudang, lahan apotik hidup dan halaman yang luas.
Dibantu dengan 4 orang guru dan satu tenaga Tata Usaha dan satu tenaga pramusaji, Ibu Siti Raodah sebagai Kepala Sekolah memimpin jalannya proses pembelajaran TK Bahtera Cipta setiap harinya ditambah dengan kegiatan ektra kurikuler diantaranya angklung, jarimatika, tablo, menari, vokal group, menyanyi, iqro', manasik haji, bahasa Inggris dan mewarnai . Selain itu, TK Bahtera Cipta juga mempunyai agenda khas diantaranya mengadakan manasik haji dan kunjungan ke panti asuhan.
Telah banyak prestasi yang diraih TK Bahtera Cipta sejak berdiri sampai sekarang diantaranya menjadi pemenang lomba kreativitas anak, sekolah sehat, mewarnai, hafalan surat pendek, menyusun bentuk geometri dan juga lomba angklung.
Berdiri dan bertahannya TK Bahtera Cipta ini tentu tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan oleh DWP DJBC serta peran serta para orang tua wali murid dan lingkungan sekitar. Mari terus kita tingkatkan perhatian dan kiprah kita demi memajukan pendidikan anak usia dini. Bagi orang tua yang menginginkan memasukkan anak-anaknya ke TK bahtera Cipta dapat menghubungi nomor telepon (021) 86601940.
Salam Redaksi
Mari terus mengabdi!
*Eo
Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Alamat Redaksi: Guest House No. 1, Jl. Ahmad Yani, By Pass, Rawamangun, Jakarta Timur.
Website: dwpdjbc.blogspot.com
facebook: SEKAR JAGAD DWP DJBC
Website: dwpdjbc.blogspot.com
facebook: SEKAR JAGAD DWP DJBC
Sabtu, 23 Maret 2013
Jumat, 22 Februari 2013
DWP DJBC peduli pendidikan anak usia dini
TK BACHTERA TRISNA
Semua...
Perlu berawal dari
dini....
Generasi muda adalah aset bangsa yang perlu dipersiapkan untuk menjadi kekuatan yang jujur, tangguh dan mandiri dalam rangka mewujudkan eksistensi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat di mata dunia.
![]() |
| pict source: 2kfans.com |
Pada posting kali ini, Redaksi akan mengulas keberadaan TK Bachtera Trisna, sebagai TK pertama binaan DWP DJBC.
TK Bachtera Trisna berlokasi di Jalan Ragunan, Kompleks Perumahan DJBC Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan nomor telepon 021 78841878. TK Bachtera Trisna merupakan TK pertama binaan DWP DJBC yang diresmikan pada tanggal 22 Agustus 1965 oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada saat itu, Bapak Padang Sudirjo.
Ibu Endang Mulyatmi, Kepala TK Bachtera Trisna, dalam proses pengelolaan TK dibantu oleh seorang Wakil Kepala, yaitu Ibu Atik Setyawati, S.Pdi, 5 orang guru, 1 orang tenaga TU dan 2 orang pramubakti.
Dalam upaya menjadikan lingkungan TK sebagai tempat bermain sambil belajar yang nyaman, TK Bachtera Trisna mempunyai fasilitas 6 ruang kelas, ruang guru, poliklinik, perpustakaan, aula, dapur, 2 kamar mandi, 6 tempat cuci tangan dan halaman depan dan belakang yang luas.
Selain penerapan kurikulum terpadu mengacu pada Kurikulum 2004 Depdiknas, TK Bachtera Trisna juga melengkapi proses pembelajaran melalui kegiatan ekstra kurikuler yaitu melukis, menari, bahasa Inggris, agama, angklung, jarimatika dan menari.
Redaksi Blog DWP DJBC sangat mengapresiai seluruh pihak yang berperan aktif atas terselenggaranya TK Bachtera Trisna, baik peran teknis maupun non teknis, dukungan materiil maupun moril. Semoga segala upaya tersebut dalam rangka ikhlas dan Insya Allah penuh pahala.
Salam penuh keikhlasan.
salam Redaksi.
**Eo
Jumat, 01 Februari 2013
BUAH KEPEL, BUAH BURAHOL
Pohon Kepel .....
Langka....
Puteri Keraton suka....
Terancam punah...
Harus apa kita?....
harus bagaimana?.....
Langka....
Puteri Keraton suka....
Terancam punah...
Harus apa kita?....
harus bagaimana?.....
Pohon Kepel yang dikenal juga dengan sebutan Pohon Burahol (stelechocarpus burahol) telah lama dikhawatirkan oleh para pemerhati tanaman terancam punah karena keberadaannya yang semakin sulit ditemui alias langka. Untuk dapat menemukan Pohon Kepel yang konon disukai puteri keraton ini tidak begitu mudah, paling tidak kita harus berkunjung ke kawasan keraton, Kebun Raya Bogor atau Taman Mini Indonesia Indah.
Namun mulai tanggal 26 Januari 2013 Pohon Kepel alias Burahol juga dapat dijumpai di.....halaman kantor Diretktorat Jenderal Bea dan Cukai! Horeee.....
Ya betul! Pohon Kepel dapat dijumpai di halaman kantor DJBC.
Dalam rangka memeriahkan Hari Pabean Internasional 2013, salah satu acara penting adalah penanaman Pohon Kepel oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Bapak Agung Kuswandono di halaman depan kantor DJBC.
![]() |
| Penasehat DWP DJBC, Dirjen Bea dan Cukai, Bapak Agung Kuswandono menanam Pohon Kepel |
Buah Kepel dipercaya mempunyai khasiat untuk kecantikan dan kesehatan, yaitu dapat menghilangkan bau badan (pantas saja menjadi favorit para puteri keraton yang memang harus selalu tampil wangi....), juga memperlancar air kencing dan mencegah inflamasi ginjal. Selain itu kayu pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan perabot dan dapat bertahan lebih dari 50 tahun.
Selain buah dan kayu, daunnyapun bermanfaat. Lalapan atau rebusan daun kepel dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan mengatasi asam urat. Dengan segala manfaatnya itu, Pohon Kepel tak layak untuk punah!
Mari kita sambut apa yang telah dilakukan DJBC dalam usaha melestarikan flora Indonesia, dengan cara menanam pohon sebanyak mungkin di lingkungan kita, menularkan giat menanam pohon kepada anggota keluarga, kerabat, sanak saudara, tetangga dan masyarakat di sekitar kita.
Mari hijaukan Indonesia.
Salam Redaksi.
*eO
Kamis, 31 Januari 2013
REOG...!! REOG...!! :)
Sebagaimana telah diinformasikan pada posting sebelumnya, bahwa pada kegiatan family gathering Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam rangka memeriahkan Hari Pabean Internasional 2013, salah satu acara hiburannya adalah penampilan budaya tradisional Reog Ponorogo.
Redaksi Blog DWP DJBC secara khusus menyajikan posting tentang reog ini untuk mengajak para pembaca mengenal lebih dekat dan lebih komplit reog, sebagai salah satu kekayaan budaya tak ternilai bangsa kita, Indonesia tercinta!
Reog identik dengan Ponorogo!
Kesenian reog memang ciri khas budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Grup reog biasanya terdiri dari Pembarong yaitu yang bertugas membawa Dadak Merak (kepala singa dengan hiasan ratusan bulu burung merak), Warok, penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.
Reog sering dihubungkan dengan dunia hitam, supra natural, mistik dan keperkasaan. Hal tersebut barangkali dikarenakan tampilan Dadak Merak dan Warok-nya yang menyeramkan. sekaligus kekuatan yang dipertontonkan oleh Pembarong-nya. Seorang Pembarong harus mempunyai leher, rahang dan gigi yang kuat karena untuk memainkan reog dia harus menggigit Dadak Merak yang beratnya mencapai 50 kg. Bahkan si pembarong masih kuat mengangkat Dadak Merak itu meski ditumpangi oleh seorang pria dewasa.... (waah...waah....ada yang mau mencoba? :) ...)
Pada zaman dulu, reog digunakan oleh penguasa untuk mengumpulkan massa dan menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan melalui cerita yang disajikan.
Terdapat beberapa legenda yang mengiringi kisah reog ini. Salah satu legenda mengisahkan bahwa reog ini adalah kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang menyindir Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit yang dipandang terlalu dipengaruhi oleh sang permaisurinya. Sang Prabu dilambangkan dengan kepala singa, dan burung merak yang menunggangi kepala singa dilambangkan sebagai permaisuri.
Versi lain mengisahkan bahwa Reog Ponorogo mengambil kisah Panji, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang jatuh cinta pada putri Kediri Dewi Sanggalangit. Sang putri bersedia menerima cinta sang Prabu asal sang Prabu dapat menciptakan suatu kesenian baru, dan lahirlah Reog Ponorogo.
Reog Ponorogo sungguh kekayaan budaya yang sangat unik, sudah selayaknya perlu dipelihara keberadaannya, dihargai, dilestarikan dan yang lebih penting jangan biarkan aset budaya ini diklaim oleh negara lain sebagai kekayaannya!! ...
*Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono (berkacamata hitam), didampingi beberapa ibu Pengurus Inti DWP DJBC berpose sebagai penggemar Reog Ponorogo! :)
Mari lestarikan budaya bangsa...
Salam Redaksi
*eO
Redaksi Blog DWP DJBC secara khusus menyajikan posting tentang reog ini untuk mengajak para pembaca mengenal lebih dekat dan lebih komplit reog, sebagai salah satu kekayaan budaya tak ternilai bangsa kita, Indonesia tercinta!
Reog identik dengan Ponorogo!
Kesenian reog memang ciri khas budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Grup reog biasanya terdiri dari Pembarong yaitu yang bertugas membawa Dadak Merak (kepala singa dengan hiasan ratusan bulu burung merak), Warok, penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.
Reog sering dihubungkan dengan dunia hitam, supra natural, mistik dan keperkasaan. Hal tersebut barangkali dikarenakan tampilan Dadak Merak dan Warok-nya yang menyeramkan. sekaligus kekuatan yang dipertontonkan oleh Pembarong-nya. Seorang Pembarong harus mempunyai leher, rahang dan gigi yang kuat karena untuk memainkan reog dia harus menggigit Dadak Merak yang beratnya mencapai 50 kg. Bahkan si pembarong masih kuat mengangkat Dadak Merak itu meski ditumpangi oleh seorang pria dewasa.... (waah...waah....ada yang mau mencoba? :) ...)
Pada zaman dulu, reog digunakan oleh penguasa untuk mengumpulkan massa dan menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan melalui cerita yang disajikan.
Terdapat beberapa legenda yang mengiringi kisah reog ini. Salah satu legenda mengisahkan bahwa reog ini adalah kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang menyindir Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit yang dipandang terlalu dipengaruhi oleh sang permaisurinya. Sang Prabu dilambangkan dengan kepala singa, dan burung merak yang menunggangi kepala singa dilambangkan sebagai permaisuri.
Versi lain mengisahkan bahwa Reog Ponorogo mengambil kisah Panji, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang jatuh cinta pada putri Kediri Dewi Sanggalangit. Sang putri bersedia menerima cinta sang Prabu asal sang Prabu dapat menciptakan suatu kesenian baru, dan lahirlah Reog Ponorogo.
*Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono (berkacamata hitam), didampingi beberapa ibu Pengurus Inti DWP DJBC berpose sebagai penggemar Reog Ponorogo! :)
Mari lestarikan budaya bangsa...
Salam Redaksi
*eO
Minggu, 27 Januari 2013
Family Gathering
Family Gathering dalam rangka Hari Pabean Internasional 2013
Bertempat di ruangan terbuka Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada hari Sabtu, 26 Januari 2013 dilaksanakan Family Gathering dalam rangka memeriahkan Hari Pabean Internasional 2013. Family Gathering tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan keluarga Bea dan Cukai se Jabodetabek.
Ibu Ketua DWP DJBC bersama para ibu anggota DWP DJBC dengan wajah ceria berpose di depan baliho Hari Pabean Internasional 2013
Direktur Jenderal DJBC, Bapak Agung Kuswandono, dalam sambutannya diantaranya mengatakan bahwa tujuan diadakannya Family Gathering ini adalah untuk mempererat tali silaturahim antar para pegawai dan keluarganya. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa Hari Pabean Internasional 2013 ini bersemangatkan "Inovasi Untuk Kemajuan DJBC".
Kegiatan Family Gathering dimulai pukul 06.30 dan selesai pukul 12.00 WIB, diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan dengan penanaman pohon Kepel / Burahol yang dilakukan oleh Bapak Dirjen DJBC sebagai simbol bahwa DJBC prihatin dengan semakin berkurangnya lahan hijau di Indonesai dan mengajak segenap pegawai DJBC seluruh Indonesia untuk membantu memulihkan kehijauan Indonesia dengan cara menanam sebanyak mungkin pohon di bumi pertiwi ini.
Para peserta Family Gathering selain dapat menikmati aneka kuliner yang disajikan dalam food festival juga dihibur dengan berbagai hiburan menarik berupa tampilan group band dari intern DJBC serta sajian spektakuler budaya daerah yaitu reog. Serunya..... :)
Redaksi Blog DWP DJBC mengucapkan Selamat Hari Pabean Internasioanl 2013, semoga DJBC semakin mantap dalam berperan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia tercinta. Sukses DJBC!!
Salam inovasi untuk kemajuan DJBC!
Salam Redaksi.
*eO
Kamis, 17 Januari 2013
Serah Terima Jabatan
SERAH TERIMA JABATAN KETUA UNSUR PELAKSANA
Pada hari Selasa pagi, tanggal 15 Januari 2013, bertempat di Ruang Melati gedung Sekretariat DWP DJBC dilaksanakan Serah Terima Jabatan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dari Pengurus Lama kepada Pengurus Baru.
Dalam sambutannya, ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono menyampaikan bahwa Serah Terima Jabatan ini dilaksanakan dalam rangka penyesuaian terhadap mutasi para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ibu Agung Kuswandono mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama atas darma baktinya selama ini dan semoga keaktifannya dilanjutkan di tempat tugas yang baru. Kepada pengurus baru, ibu Agung berpesan untuk segera mempersiapkan diri melaksanakan tugas yang sudah menanti.
Pada kesempatan pertemuan ini, dilaksanakan juga acara pelepasan Ibu Hanafi Usman yang meletakkan jabatannya di dalam kepengurusan DWP DJBC sehubungan dengan telah berakhirnya masa bakti Bapak Hanafi Usman. Dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh haru, Ibu Hanafi Usman diantaranya menyampaikan bahwa aktif di DWP DJBC adalah penuh kenangan mengesankan dan berharap tali silaturahim tetap terus terjalin.
Acara Serah terima Jabatan dan Pelepasan dimeriahkan dengan tampilan apik dari Grup Kolintang DWP DJBC, Bunda Catleya.
Redaksi Blog DWP DJBC mengucapkan selamat bertugas kepada para Ibu Pengurus baik di Kantor Pusat maupun di tempat tugas masing-masing. Semoga darma bakti ibu melalui kepengurusan DWP DJBC memberikan banyak manfaat kepada organisasi, keluarga dan masyarakat. Amin.
Selamat jalan juga Redaksi sampaikan kepada Ibu Hanafi Usman, keaktifan Ibu selama ini memberi banyak masukan dan menjadi kenangan indah DWP DJBC. Amin.
Informasi kepengurusan akan segera Redaksi sampaikan dalam posting berikutnya.
Salam penuh semangat pengabdian.
Salam Redaksi
*eO
Pada hari Selasa pagi, tanggal 15 Januari 2013, bertempat di Ruang Melati gedung Sekretariat DWP DJBC dilaksanakan Serah Terima Jabatan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dari Pengurus Lama kepada Pengurus Baru.
Dalam sambutannya, ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono menyampaikan bahwa Serah Terima Jabatan ini dilaksanakan dalam rangka penyesuaian terhadap mutasi para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ibu Agung Kuswandono mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama atas darma baktinya selama ini dan semoga keaktifannya dilanjutkan di tempat tugas yang baru. Kepada pengurus baru, ibu Agung berpesan untuk segera mempersiapkan diri melaksanakan tugas yang sudah menanti.
Pada kesempatan pertemuan ini, dilaksanakan juga acara pelepasan Ibu Hanafi Usman yang meletakkan jabatannya di dalam kepengurusan DWP DJBC sehubungan dengan telah berakhirnya masa bakti Bapak Hanafi Usman. Dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh haru, Ibu Hanafi Usman diantaranya menyampaikan bahwa aktif di DWP DJBC adalah penuh kenangan mengesankan dan berharap tali silaturahim tetap terus terjalin.
Acara Serah terima Jabatan dan Pelepasan dimeriahkan dengan tampilan apik dari Grup Kolintang DWP DJBC, Bunda Catleya.
Redaksi Blog DWP DJBC mengucapkan selamat bertugas kepada para Ibu Pengurus baik di Kantor Pusat maupun di tempat tugas masing-masing. Semoga darma bakti ibu melalui kepengurusan DWP DJBC memberikan banyak manfaat kepada organisasi, keluarga dan masyarakat. Amin.
Selamat jalan juga Redaksi sampaikan kepada Ibu Hanafi Usman, keaktifan Ibu selama ini memberi banyak masukan dan menjadi kenangan indah DWP DJBC. Amin.
Informasi kepengurusan akan segera Redaksi sampaikan dalam posting berikutnya.
Salam penuh semangat pengabdian.
Salam Redaksi
*eO
Kamis, 03 Januari 2013
Selamat Tahun Baru 2013
Redaksi Blog DWP DJBC mengucapkan
"Selamat Tahun Baru 2013
Selalu Semangat Untuk Mencapai Yang Lebih Baik!"
*eO
Langganan:
Postingan (Atom)















