Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Alamat Redaksi: Guest House No. 1, Jl. Ahmad Yani, By Pass, Rawamangun, Jakarta Timur.
Website: dwpdjbc.blogspot.com
facebook: SEKAR JAGAD DWP DJBC


Minggu, 24 Maret 2013

It's About Time....

DEMI MASA

...demi masa..
sungguh!, manusia berada dalam kerugian
kecuali...
orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan
serta saling menasehati untuk kebenaran
dan saling menasehati untuk kesabaran....

(QS Al-"Asr, 1-3)



Kalender 2013 yang diterbitkan oleh DWP DJBC ini, bukan hanya sebagai media silaturahim (karena Insya Allah kalender ini telah tertempel di kantor-kantor DWP di lingkungan Direktorat Bea dan Cukai di seluruh Indonesia dan sebagian besar tergantung juga di dinding rumah para ibu pengurus dan anggotanya) melainkan juga sebagai media komunikasi, karena dalam lembar-lembar kalender tersebut tercetak aneka foto tentang kegiatan DWP DJBC serta foto para pengurus inti periode saat ini.


Namun, yang lebih dalam dari itu...pada hakekatnya kalender adalah salah satu alat pengingat kita semua, tentang...WAKTU. Tidak terbantahkan bahwa setiap insan harus mampu menghargai waktu atau dia bakalan menyesal ....dan itu tiada guna.
Pesan Nabi Muhammad SAW: "....manfaatkanlah waktu kita, waktu muda sebelum tua, waktu sehat sebelum sakit, waktu kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk ...dan waktu hidup sebelum ajal menjemput...." Waktu yang kita punya di dunia ini sungguh sangat sedikit dibanding waktu kita di alam baka kelak...jadi sungguh amat merugi bagi mereka yang tak menyadari hal itu dan lalai memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk melakukan kebajikan.




Mari para ibu, manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk hal-hal yang positif dan berguna bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.

Kalender DWP DJBC ini adalah produk Bidang Ekonomi, bagi yang berminat dapat menghubungi Penurus Bidang Ekonomi DWP DJBC.

Salam Redaksi,
Salam demi masa :)
**Eo

Sabtu, 23 Maret 2013

Taman Pendidikan Al-Qur'an Baitut Tahmid

Anak belajar melalui apa yang dilihatnya, didengarnya dan dirasakannya baik yang berasal dari keluarga, lingkungan tetangga maupun lingkungan tempat belajarnya. Pembiasaan adalah cara efektif membentuk kepribadian anak. Agar anak lancar membaca Al-Qur'an dan dengan baik dan benar sesuai tajwid-nya maka tidak ada cara yang lebih baik kecuali membiasakan anak belajar dan membaca Al-Qur'an sejak dini.
pict source: gambar.com

DWP DJBC mempunyai satu TPA binaan yaitu TPA Baitut Tahmid yang berlokasi di Komplek Perumahan DJBC Pondok Bambu yang mulai berdiri pada tanggal 4 Oktober 1991 dan diresmikan oleh Ketua DWP DJBC pada periode tersebut yaitu Ibu HB.Soedjana pada tanggal 8 Maret 1998.


TPA Baitut Tahmid mempunyai 4 lokal kelas, ruang guru, dapur, 2 kamar mandi, tempat wudlu, gudang dan halaman yang cukup luas. Dibawah kepemimpinan Bapak Shihab sebagai Kepala TPA dan didukung oleh 2 tenaga guru, plus 1 orang pramubakti, TPA Baitut Tahmid menyelenggarakan proses pembiasaan membaca Al-Qur'an setiap harinya bagi anak-anak di lingkungan Komplek Bea Cukai Pondok Bambu.


Telah banyak prestasi yang diraih oleh TPA Baitut Tahmid selama ini, diantaranya juara mewarnai kaligrafi, MTQ antar TPQ se Pondok Bambu, puisi, hafalan surat pendek, adzan dan binaussolah.


Kemajuan dan kelancaran suatu  tempat pendidikan anak tak luput dari peran serta masyarakat sekitar, pemerintah dan organisasi yang peduli. Oleh itu marilah kita tingkatkan dan langgengkan perhatian, bantuan dan pembinaan kepada lembaga-lembaga pendidikan, khususnya untuk anak usia dini. Insya Allah apapun bentuknya dari kita, apabila dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah. Amiin.

Salam Redaksi
**eo

TK Bahtera Ceria

TK binaan DWP DJBC bukan hanya TK Bahtera Trisna yang berlokasi di Pasar Minggu dan TK Bahtera Cipta yang berlokasi di Pondok Bambu, melainkan ada juga TK Bahtera Ceria yang berlokasi di Rawamangun tepatnya di Kompleks Perumahan DJBC Rawamangun, Jakarta Timur.


TK Bahtera Ceria diresmikan pada tanggal 4 Mei 2008 oleh Ketua Dharma Wanita DJBC pada saat itu yaitu Ibu Anwar Suprijadi.
Lokasi TK Bahtera Ceria cukup strategis yaitu berada di lingkungan sekitar Pusdiklat DJBC dan kantor Pusat DJBC, dan menempati lahan yang lumayan luas dengan peruntukan sebagai ruang kelas (4 lokal), ruang guru, ruang poliklinik, ruang multi media, ruang perpustakaan, dapur, gudang, kamar mandi  (2 buah), ruang tunggu dan halaman yang luas.


Sumber Daya Manusia (SDM) yang melaksanakan fasilitas belajar mengajar dan bermain meliputi satu orang Kepala Sekolah (Ibu Hj. Setiyarti), Tata Usaha (Ibu Rahmi Supiani), empat orang guru, dan satu orang pramubakti.
.

Adapun kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menjadi pilihan anak-anak dalam mengembangkan bakat dan minatnya yaitu melukis, mewarnai, menari, bahasa Inggris, calistung, angklung, berenang, iqra' dan manasik haji. Sedangkan prestasi yang diraih diantaranya beberapa kali menjuarai lomba menggambar yang diikuti oleh guru, juara lomba mewarnai, manasik haji, gerak jalan dan angklung.



Taman Kanak-Kanak adalah masa persiapan anak sebelum memasuki dunia pendidikan formal yang sesungguhnya. TK memberikan pembekalan yang diperlukan anak dalam melatih rasa kebersamaan, mulai bersosialisasi dengan teman dan lingkungan yang lebih variatif daripada yang dijumpainya di rumah, memupuk anak untuk percaya diri dan berlatih mengungkapkan pendapat dan mendengar serta memahami pendapat orang lain.

Untuk informasi lebih lanjut Bapak Ibu dapat menghubungi TK Bahtera Ceria dengan mendatangi langsung lokasinya atau melalui telepon dengan nomor 021-23769038.

Salam Redaksi
**Eo



TK Bahtera Cipta

Setelah pada posting sebelumnya Redaksi Blog DWP DJBC mengupas tentang TK Bahtera Trisna, maka pada kesempatan ini akan diulas tentang TK Bahtera Cipta, salah satu dari beberapa TK binaan DWP DJBC yang sudah cukup lama eksis di dunia pendidikan anak usia dini.


TK Bahtera Cipta yang beralamatkan di Jalan Kanwil Belawan no 31 Komplek Perumahan DJBC Pondok Bambu, Jakarta Timur tersebut diresmikan pada tanggal 3 November 1977 oleh Dirjen Bea Cukai pada saat itu, Bapak Tahir. Dalam menunjang proses belajar-mengajar dan bermain, TK Bahtera Cipta saat ini memiliki 4 lokal ruang kelas, ruang guru/kantor, ruang poliklinik, ruang perpustakaan/audio visual, dapur, 2 kamar mandi, 4 buat tempat cuci tangan, gudang, lahan apotik hidup dan halaman yang luas.


Dibantu dengan 4 orang guru dan satu tenaga Tata Usaha dan satu tenaga pramusaji, Ibu Siti Raodah sebagai Kepala Sekolah memimpin jalannya proses pembelajaran TK Bahtera Cipta setiap harinya ditambah dengan kegiatan ektra kurikuler diantaranya angklung, jarimatika, tablo, menari, vokal group, menyanyi, iqro', manasik haji, bahasa Inggris dan mewarnai . Selain itu, TK Bahtera Cipta juga mempunyai agenda khas diantaranya mengadakan manasik haji dan kunjungan ke panti asuhan.


Telah banyak prestasi yang diraih TK Bahtera Cipta sejak berdiri sampai sekarang diantaranya menjadi pemenang lomba kreativitas anak, sekolah sehat, mewarnai, hafalan surat pendek, menyusun bentuk geometri dan juga lomba angklung.


Berdiri dan bertahannya TK Bahtera Cipta ini tentu tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan oleh DWP DJBC serta peran serta para orang tua wali murid dan lingkungan sekitar. Mari terus kita tingkatkan perhatian dan kiprah kita demi memajukan pendidikan anak usia dini.  Bagi orang tua yang menginginkan memasukkan anak-anaknya ke TK bahtera Cipta dapat menghubungi nomor telepon (021) 86601940.

Salam Redaksi
Mari terus mengabdi!
*Eo


Jumat, 22 Februari 2013

DWP DJBC peduli pendidikan anak usia dini

TK BACHTERA TRISNA



Semua...
Perlu berawal dari
dini....

Generasi muda adalah aset bangsa yang perlu dipersiapkan untuk menjadi kekuatan yang jujur, tangguh dan mandiri dalam rangka mewujudkan eksistensi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat di mata dunia.

pict source: 2kfans.com
Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sangat peduli dengan pentingnya pendidikan anak usia dini. Oleh itu, sebagai wujud kepedulian tersebut DWP DJBC membina 3 TK dan 1 TPA, yaitu : TK Bachtera Trisna, Pasar Minggu; TK Bahtera Cipta, Pondok Bambu; TK Bahtera Ceria, Rawamangun dan TPA Baitut Tahmid, Pondok Bambu.

Pada posting kali ini, Redaksi akan mengulas keberadaan TK Bachtera Trisna, sebagai TK pertama binaan DWP DJBC.


TK Bachtera Trisna berlokasi di Jalan Ragunan, Kompleks Perumahan DJBC Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan nomor telepon 021 78841878. TK Bachtera Trisna merupakan TK pertama binaan DWP DJBC yang diresmikan pada tanggal 22 Agustus 1965 oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada saat itu, Bapak Padang Sudirjo.


Ibu Endang Mulyatmi, Kepala TK Bachtera Trisna, dalam proses pengelolaan TK dibantu oleh seorang Wakil Kepala, yaitu Ibu Atik Setyawati, S.Pdi, 5 orang guru, 1 orang tenaga TU dan 2 orang pramubakti. 
Dalam upaya menjadikan lingkungan TK sebagai tempat bermain sambil belajar yang nyaman, TK Bachtera Trisna mempunyai fasilitas 6 ruang kelas, ruang guru,  poliklinik, perpustakaan, aula, dapur, 2 kamar mandi, 6 tempat cuci tangan dan halaman depan dan belakang yang luas.

Selain penerapan kurikulum terpadu mengacu pada Kurikulum 2004 Depdiknas, TK Bachtera Trisna juga melengkapi proses pembelajaran melalui kegiatan ekstra kurikuler yaitu melukis, menari, bahasa Inggris, agama, angklung, jarimatika dan menari.

Prestasi yang telah diraih TK Bachtera Trisna , yang apabila dihitung sejak masa berdirinya, selama 46 tahun, telah berjumlah 216 piala, dari berbagai lomba, hhmmm..... suatu prestasi yang lumayan "segudang"!

Redaksi Blog DWP DJBC sangat mengapresiai seluruh pihak yang berperan aktif atas terselenggaranya TK Bachtera Trisna, baik peran teknis maupun non teknis, dukungan materiil maupun  moril. Semoga segala upaya tersebut dalam rangka ikhlas dan Insya Allah penuh pahala.

Salam penuh keikhlasan.
salam Redaksi.
**Eo


Jumat, 01 Februari 2013

BUAH KEPEL, BUAH BURAHOL

Pohon Kepel .....
Langka....
Puteri Keraton suka....
Terancam punah...
Harus apa kita?....
harus bagaimana?.....

Pohon Kepel yang dikenal juga dengan sebutan Pohon Burahol  (stelechocarpus burahol) telah lama dikhawatirkan oleh para pemerhati tanaman terancam punah karena keberadaannya yang semakin sulit ditemui alias langka. Untuk dapat menemukan Pohon  Kepel yang konon disukai puteri keraton ini tidak begitu mudah, paling tidak kita harus berkunjung ke kawasan keraton, Kebun Raya Bogor atau Taman Mini Indonesia Indah.
Namun mulai tanggal 26 Januari 2013 Pohon Kepel alias Burahol juga dapat dijumpai di.....halaman kantor Diretktorat Jenderal Bea dan Cukai!  Horeee.....

Ya betul! Pohon Kepel dapat dijumpai di halaman kantor DJBC.
Dalam rangka memeriahkan Hari Pabean Internasional 2013, salah satu acara penting adalah penanaman Pohon Kepel oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Bapak Agung Kuswandono di halaman depan kantor DJBC. 

Penasehat DWP DJBC, Dirjen Bea dan Cukai, Bapak Agung Kuswandono menanam Pohon Kepel
Penanaman pohon ini dimaksudkan sebagai wujud dan tekad Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam hal berpartisipasi menyelamatkan flora Indonesia dari ancaman kepunahan.


Buah Kepel dipercaya mempunyai khasiat untuk kecantikan dan kesehatan, yaitu dapat menghilangkan bau badan (pantas saja menjadi favorit para puteri keraton yang memang harus selalu tampil wangi....), juga memperlancar air kencing dan mencegah inflamasi ginjal. Selain itu kayu pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan perabot dan dapat bertahan lebih dari 50 tahun.
Selain buah dan kayu, daunnyapun bermanfaat.  Lalapan atau rebusan daun kepel dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan mengatasi asam urat. Dengan segala manfaatnya itu, Pohon Kepel tak layak untuk punah!


Mari kita sambut apa yang telah dilakukan DJBC dalam usaha melestarikan flora Indonesia, dengan cara menanam pohon sebanyak mungkin di lingkungan kita, menularkan giat menanam pohon kepada anggota keluarga, kerabat, sanak saudara, tetangga dan masyarakat di sekitar kita.

Mari hijaukan Indonesia.
Salam Redaksi.
*eO

Kamis, 31 Januari 2013

REOG...!! REOG...!! :)

Sebagaimana telah diinformasikan pada posting sebelumnya, bahwa pada kegiatan family gathering  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam rangka memeriahkan Hari Pabean Internasional 2013, salah satu acara hiburannya adalah penampilan budaya tradisional Reog Ponorogo.

Redaksi Blog DWP DJBC secara khusus menyajikan posting tentang reog ini untuk mengajak para pembaca mengenal lebih dekat dan lebih komplit reog, sebagai salah satu kekayaan budaya tak ternilai bangsa kita, Indonesia tercinta!


Reog identik dengan Ponorogo!
Kesenian reog memang ciri khas budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Grup reog biasanya terdiri dari Pembarong yaitu yang bertugas membawa Dadak Merak (kepala singa dengan hiasan ratusan bulu burung merak), Warok, penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.

Reog sering dihubungkan dengan dunia hitam, supra natural, mistik dan keperkasaan. Hal tersebut barangkali dikarenakan tampilan Dadak Merak dan Warok-nya yang menyeramkan. sekaligus kekuatan yang dipertontonkan oleh Pembarong-nya. Seorang Pembarong harus mempunyai leher,  rahang dan gigi yang kuat karena untuk memainkan reog dia harus menggigit Dadak Merak yang beratnya mencapai 50 kg. Bahkan si pembarong masih kuat mengangkat Dadak Merak itu meski ditumpangi oleh seorang pria dewasa.... (waah...waah....ada yang mau mencoba? :) ...)



Pada zaman dulu, reog digunakan oleh penguasa untuk mengumpulkan massa dan menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan melalui cerita yang disajikan.


Terdapat beberapa legenda  yang mengiringi kisah reog ini. Salah satu legenda mengisahkan bahwa reog ini adalah  kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang menyindir Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit yang dipandang terlalu dipengaruhi oleh sang permaisurinya. Sang Prabu dilambangkan dengan kepala singa, dan burung merak yang menunggangi kepala singa dilambangkan sebagai permaisuri.
Versi lain mengisahkan bahwa Reog Ponorogo mengambil kisah Panji, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang jatuh cinta pada putri Kediri Dewi Sanggalangit. Sang putri bersedia menerima cinta sang Prabu asal sang Prabu dapat menciptakan suatu kesenian baru, dan lahirlah Reog Ponorogo.


Reog Ponorogo sungguh kekayaan budaya yang sangat unik, sudah selayaknya perlu dipelihara keberadaannya, dihargai, dilestarikan dan yang lebih penting jangan biarkan aset budaya ini diklaim oleh negara lain sebagai kekayaannya!! ...


*Ketua DWP DJBC, Ibu Agung Kuswandono (berkacamata hitam), didampingi beberapa ibu Pengurus Inti DWP DJBC berpose sebagai penggemar Reog Ponorogo!  :)

Mari  lestarikan budaya bangsa...
Salam Redaksi
*eO